SHALAT 5 WAKTU
|
fa-idzaa qadhaytumu
alshshalaata faudzkuruu allaaha
qiyaaman waqu'uudan wa'alaa junuubikum fa-idzaa ithma/nantum
fa-aqiimuu alshshalaata inna alshshalaata
kaanat 'alaa almu/miniina kitaaban mawquutaan
[4:103] Maka apabila kamu telah
menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan
di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah
shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang
ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.
1.) Yang pertama-tama
dipertanyakan terhadap seorang hamba pada hari kiamat dari amal
perbuatannya adalah tentang shalatnya. Apabila shalatnya baik maka dia
beruntung dan sukses dan apabila shalatnya buruk maka dia kecewa dan merugi (Hr.Annasa'i
dan Attirmidzi)
2.) Paling dekat
seorang hamba kepada Robbnya ialah ketika ia bersujud maka perbanyaklah
Do'a(saat bersujud)(HR.Muslim)
3. Dari abu abdullah
(Abu abdurahman tsauban) sahaya
rasulullah saw ia berkata ; saya mendengar rasullullah saw bersabda; hendaklah
kamu memperbanyak sujud, sesungguhnya jika sujud satu saja sujud karena Alloh
niscaya Alloh mengangkat satu derajat dan Alloh menghapus satu
kesalahanmu (Hr muslim)
4. Dari malik bin
huwairis sesungguhnya
rasulullah saw telah bersabda'apabila datang waktu shalat hendaklah azan
salah seorang diantara kamu, dan hendaklah yang tertuan diantara kamu menjadi
imam (Riwayat bukhari dan muslim)
5. Abdullah ibnu
mas'ud Ra berkata."Aku
bertanya kepada Rasululloh,"Ya rasululloh,amal perbuatan apa yang paling
afdol?" beliau menjawab,"shalat pada waktunya." Aku bertanya
lagi,"lalu apa lagi ?" Beliau menjawa,"berbakti kepada kedua
orang tua." Aku bertanya lagi,"kemudian apa lagi ,ya
Rasululloh?" Beliau menjawab,"berjihad di jalan Alloh."(HR Al
bukhari)
6.) Hadis riwayat
Mughirah bin Syu`bah ra.:
Bahwa Nabi saw. mengerjakan salat sehingga kedua telapak kaki beliau membengkak, lalu beliau
Bahwa Nabi saw. mengerjakan salat sehingga kedua telapak kaki beliau membengkak, lalu beliau
ditanya:
Apakah engkau masih membebankan dirimu dengan beribadah seperti padahal Allah
telah mengampuni dosamu yang terdahulu dan yang akan datang? Kemudian beliau
menjawab: Apakah aku tidak ingin menjadi seorang hamba yang bersyukur Nomor
hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 5044
7.) Barang siapa
meninggalkan shalat dengan sengaja maka dia kafir terang-terangan (HR.Ahmad)
8.) Suruhlah
anak-anakmu shalat bila berumur tujuh tahun dan gunakanlan pukulan jika mereka
sudah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidur mereka (putera-puteri)
(Abu dawud)
9) Barang siapa lupa
shalat atau ketiduran maka tebusannya ialah melakukannya pada saat dia ingat
(HR Ahmad)
Keutamaan Shalat Jama'ah
1.
Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma bahawasanya
Rasulullah s.a.w. bersabda: "Shalat jamaah adalah lebih utama dari shalat
fadz - yakni sendirian -dengan kelebihan dua puluh tujuh darjat."
(Muttafaq 'alaih)
2 Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Shalatnya seseorang lelaki dalam jamaah itu dilipat gandakan pahalanya melebihi shalatnya di rumahnya secara sendirian -munfarid - atau di pasarnya dengan dua puluh lima kali lipatnya. Yang sedemikian itu ialah kerana bahawasanya apabila seseorang itu berwudhu' lalu memperbaguskan cara wudhu'nya, kemudian keluar ke masjid, sedang tidak ada yang menyebabkan keluarnya itu melainkan kerana hendak bersembahyang, maka tidaklah ia melangkah sekali langkah, melainkan dinaikkanlah untuknya sedarjat dan dihapuskan daripadanya satu kesalahan. Selanjutnya apabila ia bersembahyang, maka para malaikat itu senantiasa mendoakan untuknya supaya ia memperolehi kerahmatan Allah, selama masih tetap berada di tempat shalatnya, juga selama ia tidak berhadas. Ucapan malaikat itu ialah: "Ya Allah, berikanlah kerahmatan pada orang itu; ya Allah, belas-kasihanilah ia." Orang tersebut dianggap berada dalam shalat, selama ia menantikan shalat - jamaah." (Muttafaq 'alaih)
3. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Ada seorang lelaki buta matanya datang kepada Nabi s.a.w. lalu berkata: "Ya Rasulullah, saya ini tidak mempunyai seorang pembimbing yang dapat membimbing saya untuk pergi ke masjid," lalu ia meminta kepada Rasulullah s.a.w. supaya diberi kelonggaran untuk bersembahyang di rumahnya saja, kemudian beliau s.a.w. memberikan kelonggaran padanya. Setelah orang itu menyingkir, lalu beliau s.a.w. memanggilnya dan berkata padanya: "Adakah engkau mendengar azan shalat?" Orang itu menjawab: "Ya, mendengar." Beliau s.a.w. bersabda lagi: "Kalau begitu, kabulkanlah isi azannya itu." Maksudnya: Datanglah untuk mengikuti jamaah, kalau menghendaki banyak fadhilah. (Riwayat Muslim)
4 Dari Abdullah, ada yang mengatakan: 'Amr bin Qais yang terkenal dengan sebutan Ibnu Ummi Maktum, seorang muazzin r.a. bahawasanya ia berkata: "Ya Rasulullah, sesungguhnya Madinah ini banyak sekali binatang melatanya - seperti ular, kala dan Iain- Iain - juga banyak binatang buasnya." Kemudian Rasulullah s.a.w. ber-sabda: "Apakah engkau mendengar ucapan Hayya 'alas shalah dan Hayya 'alal falah? - maksudnya: Apakah engkau mendengar bunyi azan? Kalau memang mendengar, maka marilah datang ke tempat berjamaah." Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad hasan.
5. Dari Abu Hurairah r.a., bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Demi Zat yang jiwaku ada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, nescayalah saya telah bersengaja hendak menyuruh supaya diambilkan kayu bakar, lalu dicarikanlah kayu bakar itu, kemudian saya menyuruh supaya shalat dilakukan dengan dibunyikan azan dahulu untuk shalat .tadi, selanjutnya saya menyuruh seseorang lelaki untuk menjadi imamnya orang banyak - dalam shalat jamaah itu, seterusnya saya sendiri pergi ke tempat orang- orang lelaki - yang tidak ikut berjamaah - untuk saya bakar saja rumah-rumah mereka 'tu." (Muttafaq 'alaih)
6. Dari Ibnu Mas'ud r.a.,katanya: "Barangsiapa yang senang kalau menemui Allah Ta'ala besok - pada hari kiamat - dalam keadaan Muslim, maka hendaklah ia menjaga shalat-shalat fardhu ini di waktu ia dipanggil untuk mendatanginya - yakni jika sudah mendengar azan, sebab sesungguhnya Allah telah mensyariatkan kepada Nabimu semua s.a.w. beberapa jalan petunjuk dan sesungguhnya shalat-shalat itu adalah termasuk sebahagian dari jalan-jalan petunjuk tersebut. Andaikata engkau semua sama bersembahyang dalam rumah-rumahmu sendiri sebagaimana shalatnya orang yang suka meninggalkan jamaah itu, yakni yang bersembahyang dalam rumahnya, nescayalah engkau semua telah meninggalkan sunnah Nabimu, selanjutnya jikalau engkau semua telah meninggalkan sunnah Nabimu, maka nescayalah engkau semua tersesat. Sungguh- sungguh saya telah melihat sendiri bahawa tidak ada seorang pun yang suka meninggalkan shalat-shalat - itu dengan berjamaah -melainkan ia adalah seorang munafik yang dapat dimaklumi ke-munafikannya. Sungguh ada pula seseorang itu yang didatangkan untuk menghadhiri shalat jamaah itu, ia disandarkan antara dua orang lelaki sehingga ia ditegakkan di dalam saf - kerana ia mengetahui betapa besar fadhilahnya shalat berjamaah itu." (Riwayat Muslim)
7. Dari Abuddarda' r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Tiada tiga orang pun Maka dari itu, hendaklah engkau semua tetap menjaga jamaah, sebab hanyasanya serigala itu dapat makan dari kambing yang jauh - yakni yang terpencil dari kawanannya." Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad hasan.
2 Dari Abu Hurairah r.a. katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Shalatnya seseorang lelaki dalam jamaah itu dilipat gandakan pahalanya melebihi shalatnya di rumahnya secara sendirian -munfarid - atau di pasarnya dengan dua puluh lima kali lipatnya. Yang sedemikian itu ialah kerana bahawasanya apabila seseorang itu berwudhu' lalu memperbaguskan cara wudhu'nya, kemudian keluar ke masjid, sedang tidak ada yang menyebabkan keluarnya itu melainkan kerana hendak bersembahyang, maka tidaklah ia melangkah sekali langkah, melainkan dinaikkanlah untuknya sedarjat dan dihapuskan daripadanya satu kesalahan. Selanjutnya apabila ia bersembahyang, maka para malaikat itu senantiasa mendoakan untuknya supaya ia memperolehi kerahmatan Allah, selama masih tetap berada di tempat shalatnya, juga selama ia tidak berhadas. Ucapan malaikat itu ialah: "Ya Allah, berikanlah kerahmatan pada orang itu; ya Allah, belas-kasihanilah ia." Orang tersebut dianggap berada dalam shalat, selama ia menantikan shalat - jamaah." (Muttafaq 'alaih)
3. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Ada seorang lelaki buta matanya datang kepada Nabi s.a.w. lalu berkata: "Ya Rasulullah, saya ini tidak mempunyai seorang pembimbing yang dapat membimbing saya untuk pergi ke masjid," lalu ia meminta kepada Rasulullah s.a.w. supaya diberi kelonggaran untuk bersembahyang di rumahnya saja, kemudian beliau s.a.w. memberikan kelonggaran padanya. Setelah orang itu menyingkir, lalu beliau s.a.w. memanggilnya dan berkata padanya: "Adakah engkau mendengar azan shalat?" Orang itu menjawab: "Ya, mendengar." Beliau s.a.w. bersabda lagi: "Kalau begitu, kabulkanlah isi azannya itu." Maksudnya: Datanglah untuk mengikuti jamaah, kalau menghendaki banyak fadhilah. (Riwayat Muslim)
4 Dari Abdullah, ada yang mengatakan: 'Amr bin Qais yang terkenal dengan sebutan Ibnu Ummi Maktum, seorang muazzin r.a. bahawasanya ia berkata: "Ya Rasulullah, sesungguhnya Madinah ini banyak sekali binatang melatanya - seperti ular, kala dan Iain- Iain - juga banyak binatang buasnya." Kemudian Rasulullah s.a.w. ber-sabda: "Apakah engkau mendengar ucapan Hayya 'alas shalah dan Hayya 'alal falah? - maksudnya: Apakah engkau mendengar bunyi azan? Kalau memang mendengar, maka marilah datang ke tempat berjamaah." Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad hasan.
5. Dari Abu Hurairah r.a., bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Demi Zat yang jiwaku ada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, nescayalah saya telah bersengaja hendak menyuruh supaya diambilkan kayu bakar, lalu dicarikanlah kayu bakar itu, kemudian saya menyuruh supaya shalat dilakukan dengan dibunyikan azan dahulu untuk shalat .tadi, selanjutnya saya menyuruh seseorang lelaki untuk menjadi imamnya orang banyak - dalam shalat jamaah itu, seterusnya saya sendiri pergi ke tempat orang- orang lelaki - yang tidak ikut berjamaah - untuk saya bakar saja rumah-rumah mereka 'tu." (Muttafaq 'alaih)
6. Dari Ibnu Mas'ud r.a.,katanya: "Barangsiapa yang senang kalau menemui Allah Ta'ala besok - pada hari kiamat - dalam keadaan Muslim, maka hendaklah ia menjaga shalat-shalat fardhu ini di waktu ia dipanggil untuk mendatanginya - yakni jika sudah mendengar azan, sebab sesungguhnya Allah telah mensyariatkan kepada Nabimu semua s.a.w. beberapa jalan petunjuk dan sesungguhnya shalat-shalat itu adalah termasuk sebahagian dari jalan-jalan petunjuk tersebut. Andaikata engkau semua sama bersembahyang dalam rumah-rumahmu sendiri sebagaimana shalatnya orang yang suka meninggalkan jamaah itu, yakni yang bersembahyang dalam rumahnya, nescayalah engkau semua telah meninggalkan sunnah Nabimu, selanjutnya jikalau engkau semua telah meninggalkan sunnah Nabimu, maka nescayalah engkau semua tersesat. Sungguh- sungguh saya telah melihat sendiri bahawa tidak ada seorang pun yang suka meninggalkan shalat-shalat - itu dengan berjamaah -melainkan ia adalah seorang munafik yang dapat dimaklumi ke-munafikannya. Sungguh ada pula seseorang itu yang didatangkan untuk menghadhiri shalat jamaah itu, ia disandarkan antara dua orang lelaki sehingga ia ditegakkan di dalam saf - kerana ia mengetahui betapa besar fadhilahnya shalat berjamaah itu." (Riwayat Muslim)
7. Dari Abuddarda' r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Tiada tiga orang pun Maka dari itu, hendaklah engkau semua tetap menjaga jamaah, sebab hanyasanya serigala itu dapat makan dari kambing yang jauh - yakni yang terpencil dari kawanannya." Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad hasan.
Shalat Lima waktu
1.) Ibnu Abbas Ra, berkata: Rasululloh pernah
menjama' shalat dzuhur dengan ashar dan maghrib dengan isya ' di madinah tanpa
disebabkan faktor ketakutan(khauf) atau hujan. Beliau ditanya apa sebabnya,lalu
menjawab."Agar tidak menyulitkan ummatnya.(HR Muslim)
2.)
Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar bin Khathab r.a, telah berkata : Aku
telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : Islam itu dibangun atas lima dasar,
mengakui tiada Ilah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad itu adlh utusan
Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, menunaikan ibdah haji dan puasa
pada bulan Ramadhan (H.R. Bukhari dan Muslim).
3.)
Perumpamaan shalat lima waktu seperti seniah sungai yang airnya mengalir dan
melimpah dkat pintu rumah seseorang yang tiap hari mandi di sungai itu lima kali
(HR,Bukhari dan muslim)
4.)
Artinya: sesungguhnya Jibril pernah datang kepada Nabi dalam bentuk seorang Arab
Badui, lalu ia bertanya kepadanya tentang islam, maka Nabi menjawab, "Islam itu,
ialah hendaknya engkau bersaksi sesungguhnya tidak ada tuhan selain Allah dan
sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah, engkau mendirikan shalat, engkau
keluarkan zakat, engkau puasa bulan Ramadhan dan engkau pergi haji ke Baitullah
jika engkau mampu pergu ke sana. Lalu Jibril bertanya apakah Iman itu? Nabi
menjawab, "Yaitu hendaknya engkau beriman kepada Allah, kepada Malaikat-Nya,
kepada kitab- kitab-Nya, kepada para Utusan-Nya, bangkit dari kubur sesudah
mati, dan hendaknya engkau beriman kepada takdir tentang takdir baik dan
buruknya. Jibril bertanya lagi, apakah ihsan itu? Nabi menjawab, yaitu hendaknya
engkau menyembah Allah yang seolah-olah engkau melihat Allah, sekalipun engkau
tidak bisa melihat-Nya tetapi Ia bisa melihat engkau. Kemudian dalam akhir
Hadist itu dikatakan Rasulullah saw bersabda (kepada para sahabatnya): Dia itu
Jibril, Ia datang kepadamu untuk mengajarkan tentang agamamu.(Hadist riwayat
Bukhori dan Muslim)
5.) Dari abu musa al-asyari ra ia berkata ,
rasulullah saw bersabda 'siapa saja yang selalu menjaga salat subuh dan saloat
ashar niscaya ia masuk surga (HR Bukhari dan Muslim)
6.)
Saya telah dijadikan imam oleh Jibril di baitullah dua kali, maka ia salat
bersama saya ,shalat dzuhur ketika tergelincir matahari salaht asar ketika
bayang-bayang sesuatu menyamainya , salat magrib ketika terbenam matahari,salat
isya ketika terbenam syafaq, dan salat subuh ketika fajar bercahaya.Maka
besoknya salat pulalah ia bersama saya ; shalat dzuhur ketika bayang-bayang
sesuatu menyamainya ,shalat ashar ketika bayang-bayang sesuatu dua kali
panjangnya , shalat maghrib ketika orang puasa berbuka, salat isya ketika
sepertiga malam dan salat shubuh ketika menguning cahaya pagi.Lalu jibril
berkata,"inilah waktu salat nabi-nabi sebelum engkau, dan waktu salat ialah
antara dua waktu ini (Riwayat abu dawud )
7.)
Waktu shalat shubuh ialah dari terbit fajar selama belum terbit matahari
(riwayat Muslim)
Bantu dakwah ini tersebar ke teman-teman terdekat kalian
sampai kepenjuru dunia dengan meng-klik “bagikan”/”share” Allah SWT akan
membalas sekecil apapun amal kalian, dan insya Alah akan menjadi salah satu dari
tiga amal yang akan tetap mengalir terus walaupun kita sudah wafat..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar